Nanotechnology - Apa itu?

Semakin lama, ukuran komputer semakin mengecil. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari semakin kecilnya bahan baku yang digunakan untuk membuat komponen komputer, khususnya processor. Berkat nanotechnology, ukuran processor bukan hanya bisa diciutkan, tetapi juga kinerjanya ditingkatkan.

Akhir-akhir ini, Anda mungkin sering membaca processor A dibuat dengan proses produksi 90 nm (nanometer), processor B 65 nm, processor C 45 nm, processor D 32 nm. Anda mungkin pula bertanya-tanya, apa itu proses produksi yang menggunakan nm sebagai skalanya?

Tulisan kali ini berusaha menjawabnya untuk Anda. Untuk membuat sesuatu, dibutuhkan bahan baku. Sebagai contoh, untuk membuat sebuah dadu, Anda membutuhkan balok-balok kayu. Nah, ukuran kayu yang Anda guna-kan untuk dirangkai menjadi sebuah dadu itulah yang akan disebut sebagai proses produksi. Katakanlah dadu yang akan Anda buat berukuran 3 x 3 cm. Untuk itu, Anda menggunakan 27 balok kayu yang masing-masing berukuran 1 x 1 cm. Ketiga disusun sejajar sehingga membentuk sebuah dadu. Dalam ilustrasi ini, Anda sudah membuat dadu dengan proses produksi 1 cm.

Nah, sekarang ganti dadu dengan processor. Untuk merakit sebuah processor dibutuhkan bahan baku utama, yakni semikonduktor. Ukuran semikonduktor yang digunakan untuk merangkai sebuah processor inilah yang dikenal dengan nama proses produksi.

Pada 1971 misalnya, ketika Intel memproduksi processor 4004, teknologi proses produksi yang digunakan adalah 10 µm (micrometer). Itu artinya, ukuran semikonduktor yang menjadi bahan baku processor 4004 adalah 10 µm. Saat ini, processor sudah diproduksi dengan teknologi proses produksi 32 nm. Sekecil-kecilnya nanometer, tetap lebih besar daripada skala atom. Sebuah atom berdiameter sekitar 0,1 nm. Inti sebuah atom jauh lebih kecil, sekitar 0,00001 nm. Atom adalah unsur penyusun bagi semua zat di alam semesta kita.

Pada skala atomik, unsur-unsur bera da pada tingkat paling mendasar. Pada skala nano, kita dapat secara potensial merangkai atom-atom ini untuk menghasilkan hampir apa saja.

Dunia Nano
Para ahli terkadang berselisih tentang apa yang dimaksud dengan skala nano. Tapi secara umum, Anda dapat mem bayangkan teknologi nano yang berurusan dengan apapun yang terukur antara 1 dan 100 nm. Lebih besar daripada itu adalah skala mikro, dan lebih kecil daripada itu adalah skala atom.

Salah satu aspek yang mendebarkan dan menantang dari skala nano adalah peran mekanika kuantum yang bermain di sana. Kaidah mekanika kuantum sangat berbeda dari ?sika klasik, yang berarti perilaku zat pada skala nano terkadang dapat berbeda dari yang kita ketahui saat ini.

Anda tak bisa berjalan menuju dinding dan menembusnya seperti aksi pesulap David Copper?led, tetapi sebuah elektron bisa melakukannya pada skala nano (yang disebut penyaluran elektron). Zat-zat yang bersifat sebagai penghambat, yang berarti mereka tak bisa mengalirkan listrik, dalam bentuk massa bisa saja menjadi semikonduktor jika direduksi ke skala nano.

Anda mungkin bertanya-tanya, apa maksud dari semua ini? Saat ini, hal tersebut berarti bahwa para ilmuwan tengah bereksperimen dengan zat-zat pada skala nano untuk mempelajari sifat-sifat mereka, dan bagaimana kita dapat memanfaatkan mereka dalam beragam penerapan.

Kabel Nano dan Tabung Nano Karbon
Dewasa ini, para ilmuwan secara khusus tertarik pada dua struktur ukuran nano: kabel nano dan tabung nano karbon. Kabel nano adalah kabel dengan diameter sangat kecil, terkadang sekecil 1 nano meter. Para ilmuwan berharap untuk menggunakan mereka dalam membuat transistor mungil bagi chip komputer, dan perangkat elektronik lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, tabung nano karbon telah mengalihkan perhatian dari kabel nano. Tabung nano karbon adalah tabung berukuran nano dari atom-atom karbon. Bayangkan sehelai atom-atom karbon, yang akan terlihat seperti selembar heksagon.

Jika Anda menggulung lembaran itu menjadi tabung, akan diperoleh tabung nano karbon. Sifat-sifat tabung nano karbon bergantung pada bagaimana Anda menggulung lembaran tersebut. Dengan kata lain, meskipun semua tabung nano karbon terbuat dari karbon, mereka bisa sangat berbeda satu sama lain, tergantung pada bagaimana Anda menyejajarkan masing-masing atom.

Dengan susunan atom yang tepat, Anda dapat menciptakan sebuah tabung nano karbon yang ratusan kali lebih kuat daripada baja, tapi enam kali lebih ringan. Para ahli teknik berencana untuk membuat bahan bangunan dari tabung nano karbon, khususnya untuk kendaraan seperti mobil dan pesawat terbang.

Kendaraan yang lebih ringan akan berarti e?siensi bahan bakar yang lebih baik, dan tambahan tenaga bermakna keselamatan penumpang yang meningkat. Tabung nano karbon juga dapat menjadi semikonduktor yang efektif dengan penataan atom-atom yang tepat.

Para ilmuwan masih bekerja untuk mencari cara membuat tabung nano karbon sebagai pilihan transistor yang realistis dalam microprocessor dan komponen elektronika lainnya.

Informasi Lebih Lanjut :
http://download.intel.com/pressroom/kits/events/ces2010/pdfs/32nm_Fun_Facts.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Nanotechnology
www.howstuffworks.com/nanotechnology.htm




Jika Merasa Arikel dan Bacaan di Billix Multimedia v.2 Bermanfaat,
Jangan Lupa Share ke Teman-teman melalui Tombol Share di bawah posting ini
Like on Billix Multimedia v.2 Facebook . Follow atau Berlangganan Via Email.
Terimakasih



Yang Copas, Jangan Lupa Mencantumkan Sumbernya Yah!






Share Yuk!

2 komentar :

info yang menarik gan,, makin lama makin kecil smua..

Hi, i think that i saw you visited my website thus i came to “return the favor”.I am trying to find things to enhance my web site!I suppose its
ok to use a few of your ideas!!

Feel free to visit my web-site; Baju Gaul