Mengenal Baterai Lithium Ion (Li-ion)

Coba buka penutup belakang ponsel Anda sekarang. Baca baik-baik tulisan yang tertera di atas baterai ponsel. Tertulis Li-ion yang merupakan singkatan dari lithium-ion. Bukan hanya baterai ponsel, hampir semua perangkat elektronik mobile menggunakan jenis baterai ini, seperti MP3 player, kamera digital dan camcorder, hingga notebook. Apa dan bagaimana sebenarnya baterai lithium-ion itu?

Lithium-ion merupakan jenis baterai yang bisa diisi ulang (rechargeable) yang paling bertenaga dan populer saat ini. Beberapa tahun silam, baterai ini juga kerap menjadi bahan berita karena sewaktu-waktu bisa meledak dan terbakar.

Itulah mengapa Anda disarankan untuk tidak menyalakan perangkat elektronik yang memanfaatkan baterai ini sebagai pemasok daya saat berada di dalam pesawat terbang. Meski tidak banyak (hanya dua atau tiga dalam satu juta baterai), ledakan yang dihasilkan oleh baterai lithium-ion cukup ekstrem.

Pertanyaan yang mungkin berkelebat di benak Anda adalah apa yang membuat baterai ini begitu bertenaga dan populer? Bagaimana mereka bisa meledak dan terbakar? Adakah cara untuk mencegah masalah tersebut atau mempertahankan agar baterai tidak cepat drop? Artikel kali ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan
Baterai lithium-ion begitu populer karena mereka memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kompetitor nya. Keunggulan tersebut antara lain :
  • Lebih ringan. Elektroda baterai lithium-ion terbuat dari lithium yang ringan dan karbon. Lithium adalah elemen yang sangat reaktif, artinya dia banyak energi yang bisa disimpan dalam ikatan atomnya.
  • Lebih bertenaga. Satu kilogram baterai lithium-ion bisa menampung 150 watt-jam, sementara satu kilogram baterai NiMH (nickel-metal hydride) hanya bisa menampung 100 watt-jam.
  • Lebih kuat. Sebuah baterai lithium-ion hanya kehilangan 5% isinya setiap bulan, dibandingkan dengan baterai NiMH yang kehilangan 20% isinya per bulan.
  • Lebih awet. Baterai lithium-ion bisa menangani ratusan kali siklus isi / kuras (charge/discharge).
  • Tidak ada efek memory, itu artinya Anda tidak harus menunggu baterai benar-benar kosong untuk melakukan isi ulang.

Di balik setiap kelebihan, pasti tersimpan kelemahan. Berikut beberapa kelemahan yang dimiliki baterai lithium-ion :
  • Baterai lithium-ion mulai terde gradasi sejak meninggalkan pabrik. Baterai ini hanya kuat bertahan dua sampai tiga tahun, sejak tanggal perakitan, tidak peduli apakah Anda menggunakannya atau tidak.
  • Baterai lithium-ion sangat sensitif terhadap suhu tinggi. Suhu yang tinggi menyebabkan baterai ini terdegradasi lebih cepat daripada seharusnya.
  • Usia baterai akan tamat, jika Anda benar-benar menggunakannya sampai kosong!
  • Satu set baterai lithium-ion memiliki komputer onboard untuk mengaturnya. Hal ini membuat harga baterai terdongkrak.
  • Terdapat peluang kecil, apabila proses pengepakannya buruk, baterai aakan meledak dan terbakar.

Jeroan Baterai
Baterai lithium-ion memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, tetapi semuanya memiliki kesamaan pada bagian dalamnya. Jika Anda membedah baterai notebook (sesuatu yang tidak disarankan, kecuali bagi teknisi yang terlatih!), Anda akan menemukan elemen-elemen berikut :
  • Sel lithium-ion yang bisa berbentuk silinder seperti baterai AA biasa, atau prismatik berbentuk kotak.
  • Satu atau beberapa sensor suhu untuk memonitor suhu baterai.
  • Penyesuai tegangan (voltage converter) dan sirkuit pengatur (regulator circuit) untuk mempertahankan tingkat keamanan tegangan dan arus listrik.
  • Konektor yang menghubungkan baterai dengan notebook.
  • Penyadap tegangan yang memonitor kapasitas energi dari masing-masing sel dalam baterai.
  • Monitor pengisian baterai, komputer kecil yang menangani semua proses pengisian baterai untuk memastikan baterai diisi secepat dan sepenuh mungkin.

Jika suhu baterai terlalu panas pada saat pengisian atau penggunaan, rangkaian komputer kecil yang ada di dalam baterai akan menghentikan aliran listrik, dan berusaha mendinginkannya.

Jika Anda meninggalkan notebook Anda di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari, rangkaian komputer kecil ini mungkin akan menunda Anda saat hendak menyalakan notebook hingga baterai dinilai cukup dingin.

Jika sel-sel ini dikosongkan secara tuntas, baterai tidak dapat digunakan lagi karena sel-sel tersebut rusak. Rangkaian komputer kecil ini juga bisa mencatat siklus charge/discharge, dan mengirimkan informasi tersebut kepada pengukur baterai notebook.

Itulah sedikit gambaran fungsi rangkaian komputer kecil yang ada dalam setiap baterai lithium-ion. Komputer ini memakan 5% persediaan daya dari baterai itu sendiri. Jika Anda harus membeli baterai baru, baik untuk notebook maupun ponsel, perhatikan tanggal produksinya. Hindari membeli baterai yang sudah berusia satu tahun atau lebih.

Informasi Lebih Lanjut :




Jika Merasa Arikel dan Bacaan di Billix Multimedia v.2 Bermanfaat,
Jangan Lupa Share ke Teman-teman melalui Tombol Share di bawah posting ini
Like on Billix Multimedia v.2 Facebook . Follow atau Berlangganan Via Email.
Terimakasih



Yang Copas, Jangan Lupa Mencantumkan Sumbernya Yah!






Share Yuk!