Selamat Datang di Billix Multimedia v.2!

Blog yang dibuat untuk dijadikan sebagai media pembelajaran dan sarana bertukar informasi GRATIS!

Apa saja yang ada di Billix Multimedia v.2?

Di Billix Multimedia v.2 anda akan mendapat informasi tentang komputer, berita terbaru, download ebook gratis, download software gratis dan info menarik liannya.

Bagaimana jika apa yang dicari tidak terdapat di Billix Multimedia?

Anda bisa mengirimkan pesan, komentar, dan pertanyaan melalui Form yang disediakan.

Billix Multimedia v.2 Go To The Best Blogger

di Billix Multimedia v.2 Saya akan terus mengupdate informasi penting dan menarik untuk anda ikuti.

Billix Multimedia v.2 for a Better Indonesian

Billix Multimedia v.2 akan terus dikembangkan untuk Indonesia yang lebih baik.

Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

Kiamat Internet 09 Juli 2012 - Antara Nyata dan Tidak

Koneksi 245.000 PC akan dimatikan

JAKARTA: Lebih dari seperempat juta komputer akan beresiko kehilangan akses internet pada 9 Juli 2012, karena serangan malware bernama Alureon. Malware ini sering dijuluki malware DNS Changer, beberapa blog menjulukinya sebagai  malware ‘internet doomsday’ atau kiamat internet.

Julukan kiamat internet bagi malware Alureon ini berawal dari resiko pemadaman dan pemutusan koneksi internet secara masal, sehingga banyak blog yang menjulukinya sebagai malware kiamat internet.

DNS Changer sendiri adalah virus yang dijalankan oleh lingkaran kejahatan asal Estonia yang telah di tutup oleh FBI pada bulan November tahun lalu. Konon, DNS Changer sudah menginfeksi sekitar 500.000 komputer dan Mac.

Virus ini pertama kali digunakan pada 2007 dan masuk ke dalam komputer tanpa sepengetahuan pengguna kemudian mengklik iklan yang tidak sah. Efek lain yang ditimbulkan virus ini adalah melambatnya koneksi internet dan menonaktifkan program antivirus.

Menurut FBI, virus ini dirancang untuk mengarahkan lalulintas internet melalui server DNS (Domain Name System) yang dikontrol oleh penjahat.

Seperti yang dikutip dari Reuters dan Telegraph, pada minggu ini malware atau virus DNS Changer telah terdeteksi menginfeksi sekitar 245.000 komputer dan 45.355 diantaranya berada di Amerika Serikat.

Amerika Serikat telah menuduh 7 orang yang mendalangi serangan virus kiamat internet di seluruh dunia, 6 orang berasal dari Estonia sedangkan yang ke tujuh tinggal di Rusia dan saat ini masih buron.

Sampai saat ini sudah 2 orang tersangka asal Estonia telah diekstradisi ke New York untuk menjalani proses peradilan di pengadilan federal Manhattan.

Pemerintah AS memutuskan untuk mengambil alih server DNS milik penjahat dan menutupnya. Server ditutup pada hari Senin, 9 Juli 2012 dan saat server ditutup maka lebih dari 250.000 komputer yang terinfeksi tidak akan dapat terkoneksi dengan Internet.

Cara Menangkalnya?

JAKARTA: Pakar Internet Onno W. Purbo mengungkapkan virus DNSChanger hanya akan menyerang komputer (client) dengan sistem operasi Windows, bukan server atau Linux.

Adapun, untuk menangkalnya, bisa dengan membuka situs http://www.dcwg.org. DCWG singkatan dari DNS Changer Working Group.

Selanjutnya klik tombol hijau dengan tulisan "Detect" di pojok kiri atas, begitu halaman baru terbuka, silakan klik link http://www.dns-ok.us/. Dan jika anda pikir komputer anda telah terinfeksi, silakan buka laman http://www.dcwg/fix.

Jika komputer anda tidak terinfeksi, maka pada layar monitor akan muncul sebuah gambar berwarna hijau dengan pesan "DNS Resolution=GREEN". Artinya, komputer dalam kondisi aman.

Namun, jika sebaliknya, yang muncul di monitor adalah logo merah, maka pengguna harus waspada dan segera klik http://www.dcwg.org/fix.

Virus ini sebagian besar menyerang komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows. Jadi, jika pengguna menggunakan sistem operasi GNU Linux atau Mac OS X, kemungkinan akan terfinfeksi sangat jauh.

Bagi pengguna Windows, ada baiknya meningkatkan securithy sistem diantaranya: memperkuat firewall. Tapi, . . .

Tifatul bilang hanya isu

YOGYAKARTA: Gosip kiamat internet pada Senin (9/7) hanya merupakan isu. Istilah "kiamat internet" tersebut sebenarnya adalah serangan virus yang telah ditanam oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ke perangkat lunak komputer.

"Kiamat internet itu hanya isu. Kata kiamat, juga seolah-olah menyatakan bahwa hal tersebut akan terjadi secara masif di seluruh tempat," kata Tifatul Sembiring usai menghadiri acara "Kominfo Goes to Mall" di Yogyakarta, Sabtu.

Menteri meyakini bahwa kabar kiamat internet sebagai isu, namun dia meminta masyarakat untuk tetap waspada dengan terus meningkatkan sistem keamanan komputer dan internet.

Peningkatan sistem keamanan penggunaan komputer dan internet tersebut dapat dilakukan dengan melengkapi fasilitas antivirus di komputer dan melakukan pembersihan komputer secara berkala dengan fasilitas tersebut.

"Yang penting, bersihkan saja komputer itu dari virus-virus yang ada. Setiap komputer harus dilengkapi dengan antivirus yang bagus. Tidak dipungkiri, sistem keamanan penggunaan komputer dan internet di Indonesia masih lemah," ucapnya.

Ia mengatakan, kiamat internet tersebut sebenarnya adalah serangan virus yang telah ditanam sebelumnya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ke perangkat lunak komputer.

Saat perangkat lunak tersebut dioperasikan dan kebetulan terhubung dengan internet, lanjut Tifatul, maka bisa saja virus yang tertanam di dalamnya langsung menyerang sistem yang ada.

KIAMAT INTERNET 9 JULI 2012: Hanya lebay, hanya 0,03% pengguna Internet di Indonesia yang terpengaruh

JAKARTA: Anggota Komisi 1 DPR yang juga pengamat multimedia Roy Suryo menilai kiamat Internet tidak perlu dikhawatirkan.

"Kiamat Internet besok 9 Juli itu lebay. Soalnya disamping efek DNSChanger yang diakibatkan hacker estonia November 2011 itu sudah diantisipasi FBI, untuk Indonesia hanya sekitar 0,03% pengguna saja yang akan terpengaruh," tuturnya.

Para pengguna Internet resah dengan adanya kabar bahwa Internet akan dimatikan di seluruh dunia pada 9 Juli karena adanya serangan DNSchanger.

Namun, belum juga 9 Juli, sejumlah situs penjualan online sudah terkena dampaknya, yaitu tiba-tiba mati dan tidak bisa bertransaksi lagi. Hal ini menimpa sekitar 200 online shop yang berada di Depok, dan belum dihitung di kota lainnya.

Pemilik hosting online shop tersebut mengaku server tiba-tiba nge-drop, padahal selama tujuh tahun berjalan tidak terjadi apa-apa.

Kabar pun menyeruak, apakah ini merupakan dampak dari akan terjadinya Kiamat Internet? Istilah kiamat Internet ini adalah untuk menggambarkan suatu suasana di mana kita tidak bisa mengakses internet lagi.

Apapun yang kita ketik di browser tidak jalan dan browser tidak bisa membaca apa yang kita tulis. Jika sudah begini, maka wajar jika disebut sebagai kiamat internet. Karena internet seperti sudah musnah dan kita tidak bisa mengakses apa-apa di dunia maya.

Para pengguna internet Indonesia (Netizen) dibuat resah dengan berita kiamat internet di media, bahkan berita ini terus meluas sampai di BlackBerry Messenger.

Cerita berawal dari musim dingin 2011 dimana FBI berhasil menemukan aksi yang mengejutkan di Estonia. Dalam operasi bernama ’Operation Ghost Click‘, FBI berhasil menangkap 6 hacker yang berhasil menginfeksi virus malware DNS Charger di lebih dari empat juta komputer di dunia.

Virus ini memungkinkan penjahat dunia maya bisa mengendalikan server DNS komputer korbannya dan mengarahkannya ke server-server DNS palsu yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Selain itu, virus ini juga memiliki kemampuan untuk menginfeksi router-router dan memanipulasi DNS server dari router tersebut. Hal ini mengakibatkan seluruh komputer atau perangkat yang terkoneksi melalui router ini akan ikut tersesat dan mengalami kiamat internet juga walaupun komputer Anda sama sekali tidak terinfeksi oleh DNSchanger.

DNS atau Domain Name Server merupakan sarana penerjemah antara bahasa manusia dengan alamat IP (internet protocol) yang merupakan bilangan angka. Sebagai gambaran, kita tentu lebih mudah mengingat www.facebook.com daripada sistem komputer yang sebenarnya mengidentifikasi alamat komputer itu dengan angka atau IP address.

Pada November 2011, DNSchanger berhasil menginfeksi empat juta alamat IP, baik komputer maupun router. Kemudian, pada Maret 2012, FBI telah mendapatkan izin dari pengadilan untuk membiarkan server membersihkan DNS mereka sendiri. Kalau saat itu server DNSchanger dimatikan, setidaknya empat juta komputer di dunia akan kehilangan akses internet dan sudah pasti akan menimbulkan kekacauan.

Akhirnya, FBI memutuskan untuk memperpanjang waktu sampai 9 Juli 2012 supaya para server bisa berbenah diri, tetapi jika pada 9 Juli 2012 nanti, komputer atau router server Anda masih memiliki DNSchanger, maka akses internet Anda otomatis akan dimatikan.

Pengguna sekarang sudah boleh mengecek keamanan IP komputer Anda dengan mengecek apakah terserang DNS atau tidak melalui situs DNS ini. Jika resolusi IP Anda berwarna hijau, maka komputer Anda aman. Namun, jika berwarna merah, maka Anda harus segera menghubungi server Anda.

Para praktisi antivirus mengatakan jika PC Anda menggunakan antivirus yang diupdate secara teratur, maka Anda tidak perlu khawatir dengan DNSchanger ini, karena anti virus sudah bisa mendeteksi virus ini sejak awal 2012.

Eye-Fi - Memory Card Berteknologi Wi-Fi

Masih ingat dengan kasus penyergapan Navi Marmara, salah satu kapal dalam rombongan Freedom Flotilla, beberapa waktu silam? Pada saat itu, tentara Israel menggeledah semua kamera yang dibawa wartawan dan menyita memory card mereka. Alhasil, hanya sedikit foto-foto penyergapan yang berhasil di selamatkan. Andaikata pada waktu itu para wartawan menggunakan kartu Eye-Fi, tentu akan lain ceritanya.

Dengan kartu Eye-Fi, setiap foto yang dijepret dapat langsung ditransfer ke PC atau langsung di-upload ke Internet (tanpa perantara PC) melalui jaringan Wi-Fi. Tidak ada lagi kekhawatiran akan kehilangan foto-foto berharga karena kehabisan memory, ketinggalan card reader dan kabel data, atau diambil petugas dalam razia seperti pada kasus Navi Marmara.

Petugas boleh saja menyita ?sik kartu Eye-Fi yang sama persis dengan kartu SDHC biasa, menghapus semua isinya, atau bahkan menghancurkannya. Tetapi, foto dan video yang sudah ditransfer ke media penyimpanan lain atau bahkan Internet, tidak ikut hancur karenanya.

Penggemar antusias fotogra? dan wartawan sepertinya wajib mempersenjatai kamera mereka dengan kartu ajaib ini.

Apa Itu Eye-Fi
Eye-Fi adalah sejenis kartu SDHC dengan kemampuan Wi-Fi. Karena berjenis SD dan SDHC, kartu ini bisa dijejalkan ke dalam sebagian besar kamera digital, dan foto-foto yang ada di dalamnya dapat di transfer secara wireless otomatis ke PC berbasis Microsoft Windows dan Mac OS X.


Namun, ada juga model lain yang memungkinkan Anda mengupload foto secara otomatis tanpa perantara PC ke berbagai layanan photo sharing, blogging, dan social networking seperti Flickr, Picasa, Facebook, dan PhotoBucket. Model lainnya memungkinkan Anda mengupload video, baik ke PC maupun YouTube.

Pada saat tulisan ini dibuat, terdapat empat model kartu Eye-Fi, yakni “Home”, “Share”, “Geo”, yang masing-masing berkapasitas 2 GB. “Home Video”, “Share Video”, “Explore Video”, “Pro”, dan “Connect X2” yang berkapasitas 4 GB. “Explore X2” dan “Pro X2” yang berkapasitas 8 GB.

Versi “Share” mendukung upload ke beberapa website photo-sharing. Versi “Share Video” memungkinkan upload foto dan video. Versi “Pro” menambahkan dukungan gambar RAW dan jaringan peer-to-peer. Sementara versi “Pro X2” menambahkan dukungan kecepatan read & write class 6, 802.11n, dan sebuah ?tur anyar berjuluk “Endless Memory Mode”.

Setup Eye-Fi
Pada dasarnya, Eye-Fi adalah kartu SDHC biasa. Anda tinggal memasukkannya ke dalam kamera digital (daftar kamera digital yang kompatibel dengan Eye-Fi bisa Anda lihat di http://www.eye.fi/how-it-works/camera-compatibility), menjalankannya seperti biasa. Perbedaannya terletak pada setup kartu yang dilakukan di PC.

Tampilan Komponen Bagian dalam Eye-Fi

Mirip dengan modem USB yang tidak membutuhkan software dalam CD, begitu mencolokkan Eye-Fi ke dalam card reader yang tersambung dengan PC, aplikasi setup kartu akan tampil di monitor Anda. Langkah pertama adalah memilih jaringan Wi-Fi yang digunakan oleh Eye-Fi dalam mentransfer foto dan video.

Ada 32 pilihan jaringan yang bisa Anda isikan. Meski tidak berada dalam jangkauan jaringan Wi-Fi, Anda bisa memasukkan ID dan password mereka. Langkah kedua adalah menentukan komputer dan folder yang digunakan untuk menyimpan foto dan video bidi kan Anda.

Jika menggunakan Eye-Fi berversi “Share”, Anda bisa menambahkan website yang menjadi tempat persemayaman foto atau video Anda di dunia maya. Langkah selanjutnya, masukkan Eye-Fi ke dalam kamera digital dan jepret, jepret, dan jepret.

Setelah puas menjepret, silakan cek komputer atau website yang sudah Anda atur dalam setup untuk melihat hasilnya.

Cara Kerja Eye-Fi
Membaca penjelasan di atas, sepintas akan berpikir bahwa foto hasil jepretan Anda melayang dari dalam kartu Eye-Fi langsung ke komputer atau account website photo dan video sharing. Kenyataannya tidak seperti itu. Begitu Anda menekan tombol shutter kamera dan gambar terekam di dalam kartu, Eye-Fi yang berada dalam wilayah hotspot akan mengupload foto tersebut ke Eye-Fi service di Internet.

Selanjutnya, Eye-Fi service-lah yang mengirimkan foto tersebut ke account photo sharing Anda. Sementara aplikasi Eye-Fi yang ada di komputer Anda men-download foto tersebut dari Eye-Fi service, dan menyimpannya dalam folder yang sudah Anda tentukan. Dengan demikian, Anda tidak perlu selalu berada dekat dengan komputer yang akan men-download foto tersebut dari Eye-Fi service.

Dalam kasus Mavi Marmara, foto hasil jepretan wartawan yang “sendainya” menggunakan kartu Eye-Fi disimpan di komputer kantor-nya. Semua itu bisa dilakukan dalam waktu yang nyaris bersamaan. Anda menjepret di perairan Palestina, hasilnya bisa dilihat saat itu.

Mengenal Fiber to The Home ( FTTH )

Masih ingatkah Anda era booming warnet di paruh kedua 1990-an? Waktu itu, koneksi dial-up dengan modem 56,6 Kbps yang dibagi pakai oleh 10 komputer jamak ditemukan di warnet-warnet. Belum terbayang bahwa Anda bisa menikmati koneksi Internet hingga 3,6 Mbps (3G) atau 7,2 Mbps (HSDPA) sendirian di rumah seperti sekarang, bukan?

Sebentar lagi, jika tidak ada aral yang melintang, pengguna Internet wireless personal di Tanah Air mungkin sudah bisa mengecap nikmatnya ber selancar di dunia maya dengan kecepatan downlink paling tidak 100 Mbps berkat teknologi LTE (Long Term Evolution) atau 4G. Bandingkan peningkatan kecepatan koneksi, dari 56 Kbps menjadi 100 Mbps, atau sekitar 1.700 kali lipat hanya dalam dua dekade!

Bisakah Anda membayangkan berapa kecepatan koneksi Internet yang mungkin tersedia dalam satu dekade ke depan? Adakah teknologi yang lebih yahud ketimbang LTE? Dalam sebuah studi yang dilakukan pada awal 2008, Discovery Institute (www.discovery.org) meramalkan bahwa teknologi koneksi Internet dalam satu dekade ke depan akan mampu mengangkut data 50 kali lebih cepat dari yang ada sekarang.

Ramalan tersebut tidaklah berlebihan, atau mungkin justru sebaliknya, terlalu menyepelekan. Pasalnya, koneksi Internet FTTH (fiber-to-the-home) yang sudah diujicobakan di Amsterdam, Belanda, sudah mampu menembus 1000 Mbps atau 10 kali kecepatan LTE untuk downlink dan uplink sekaligus.

Apa Itu FTTH
FTTH merujuk pada koneksi Internet broadband yang menggunakan kabel serat optik untuk pengguna personal atau rumahan. Seperti yang sudah diketahui, sistem berbasis optik dapat mengantarkan beragam informasi digital, seperti telepon, video, data, dan sebagainya, secara lebih efektif dibandingkan dengan kabel tembaga coaxial.

Klik Gambar untuk Melihat Ukuran Penuh

Jika dibandingkan dengan kabel tembaga yang bisa mengangkut data sampai 1,5 Mbps untuk jarak dekat (kurang dari 2,5 km), kabel serat optik bisa mentransfer data hingga 2,5 Gbps untuk jarak yang lebih jauh (200 km). Artinya, dengan jarak 80 kali lebih panjang, kabel serat optik mampu mengangkut data lebih dari 1.500 kali kemampuan kabel tembaga.

Koneksi broadband FTTH pun sudah dinikmati secara nyata saat ini. Menurut majalah Broadband Properties (www.broadbandproperties.com) edisi Februari 2007, telah tercatat lebih dari 1 juta pengguna FTTH di AS, 6 juta di Jepang, dan 10 juta tersebar di seluruh dunia.

Menyongsong Masa Depan
Anda tentu sudah bisa menebak keunggulan utama FTTH. Apa lagi jika bukan kecepatan koneksi serta kapasitas angkut yang ditawarkannya jauh melampaui kabel tembaga, DSL, atau kabel coaxial. Sebagai contoh, seutas kabel tembaga bisa memuat enam panggilan telepon, sementara seutas kabel serat optik bisa memuat lebih dari 2,5 juta panggilan telepon dalam waktu yang bersamaan (sumber: Federal Communications Commission).

FTTH juga diyakini sebagai satu-satunya teknologi dengan bandwidth yang memadai untuk menangani kebutuhan konsumer untuk satu dekade ke depan, namun tetap mempertahankan investasi yang rendah.

Suatu hari nanti, teknologi rakus bandwidth seperti 3D holographic HDTV dan game akan menjadi hal yang lumrah di rumah-rumah.

FTTH juga akan memantik penciptaan produk-produk yang mungkin belum terbayang saat ini. Koneksi broadband ini juga me mungkinkan pengguna untuk “membundel” layanan komunikasi mereka. Sebagai contoh, pengguna bisa menerima telepon, video, audio, televisi, dan semua aliran data digital menggunakan sebuah koneksi FTTH, atau lebih dikenal dengan istilah konvergensi.

Jaringan Aktif dan Pasif
Ada dua tipe sistem penting yang memungkinkan FTTH, yakni jaringan optik aktif dan jaringan optik pasif. Masing-masing menawarkan cara untuk memilah data dan mengalihkannya ke tempat yang sesuai, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan jika diperbandingkan.

Sebuah sistem optik aktif menggunakan peralatan switching bertenaga listrik, seperti router atau switch aggregator, untuk mengelola distribusi sinyal dan mengarahkan sinyal ke pelanggan tertentu. Switch ini membuka dan menutup dengan aneka cara untuk mengatur sinyal masuk dan keluar ke tempat yang sesuai.

Dalam sistem semacam itu, seorang pelanggan mungkin saja menggunakan layanan serat optik dedicated di rumahnya. Di sisi lain, sebuah jaringan optik pa sif tidak mencakup peralatan switching bertenaga listrik, tetapi meman faat kan pemecah optik untuk memilah dan mengumpulkan sinyal optik se men tara mereka bergerak dalam jaringan.

Sebuah jaringan optik pasif berbagi serabut serat optik untuk bagian-bagian dari jaringan. Peralatan bertenaga listrik hanya dibutuhkan pada sisi sumber dan penerima sinyal.

Informasi Lebih Lanjut :
http://communication.howstuffworks.com/fiber-optic-communications/fiber-to-the-home.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Fiber_to_the_x

Satu Mouse or Keyboard untuk Dua Komputer

Sekarang, semua hardware sudah memiliki versi dual. Ada dual core, dual processor, dual video card, dual channel, dan tidak lupa dual monitor. Semua teknologi tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan performa yang lebih, serta kemudahan bagi penggunanya.

Seorang kawan pernah berujar, cobalah gunakan dual monitor untuk beberapa saat, setelah itu dijamin Anda tidak akan mau kembali lagi ke single monitor. Hal ini bisa jadi benar. Sebab dengan menggunakan dual monitor, desktop menjadi lebih luas, dan kita bisa mendapatkan fungsionalitas dua buah komputer yang saling terkait. Kita tidak usah berpindah-pindah jendela atau mengecilkan ukuran jendela, karena semuanya bisa terlihat.

Di rubrik Workshop ini, saya akan memaparkan berbagai tips dan trik dalam memanfaatkan dual monitor agar aktivitas berkomputer Anda semakin lebih produktif, dan tidak membuang banyak waktu. Tidak hanya itu saja. Dengan sedikit trik, Anda bisa juga membuat sebuah monitor agar bisa digunakan layaknya dual monitor, triple monitor, dan seterusnya.

Posting ini merupakan bagian Pertama dari beberapa Tips Trik Optimalisasi Dual  Monitor yang saya beri judul Satu Mouse or Keyboard untuk Dua Komputer.

Bagi para admin jaringan, pasti pernah mengalami masalah seperti ini. Saat berada di rumah atau di ruangan lain, Anda harus melakukan aktivitas troubleshooting ke ruangan lain. Hal ini bisa diakali dengan melakukanremote desktop.

Atau bila komputer tersebut masih ada di ruangan yang sama, Anda juga bisa menggunakan sebuah perangkat bernama KVM switch, yaitu sebuah perangkat yang mengizinkan penggunanya untuk mengendalikan beberapa PC hanya dengan menggunakan satu keyboard, monitor, dan mouse.


Beberapa KVM switch juga bisa melakukan hal sebaliknya, yaitu sebuah PC bisa dihubungkan dengan beberapa monitor, keyboard, dan mouse.

Yang akan kita bahas di sini adalah pengimplementasian KVM switch dalam bentuk software. Jadi, kita akan meniru cara kerja KVM switch, tanpa menggunakan hardware untuk mengendalikan dua unit PC dengan satu keyboard dan mouse.

Input Director
Input Director adalah sebuah aplikasi yang bisa mengendalikan beberapa PC dengan OS Windows hanya dengan menggunakan satu mouse dan keyboard.

Aplikasi ini dirancang untuk orang yang bekerja dengan beberapa komputer sekaligus, dan sering berpindah-pindah di antara komputer tersebut. Input Director bisa dijalankan di Windows 2000 ke atas. Input Director bisa di download gratis dari www.inputdirector.com/downloads.html dengan file berukuran 2,2 MB.

  1. Sebelum melakukan setting, pastikan bahwa komputer yang Anda gunakan dan beberapa komputer lain sudah terhubung melalui jaringan. Kami tidak akan membahas bagaimana caranya membuat jaringannya.
  2. Instal Input Director seperti biasa di semua PC yang akan digunakan.
  3. Selanjutnya, tentukan komputer mana yang akan digunakan sebagai master dan slave. Komputer master adalah komputer yang berperan sebagai pengendali utama atau yang memiliki keyboard/mouse. Sementara komputer slave adalah komputer yang berperan sebagai penerima input keyboard / mouse dari komputer master. Dalam contoh yang kami gunakan, yang berperan sebagai master adalah sebuah notebook dengan OS Windows 7, dan slave-nya adalah sebuah desktop dengan OS Windows Vista.
  4. Di komputer master, jalan kan Input Director, dan klik Enable as Master.
  5. Pindah ke komputer slave, jalankan Input Director, dan klik Enable as Slave.
  6. Masih di slave, pilih tab Slave Configuration, dan aktifkan opsi Allow any computer to take control.
  7. Pindah ke master, pilih tab Master Configuration, dan klik Add.
  8. Di bagian Hostname, tulis alamat IP milik slave, lalu klik OK. Alamat IP milik slave bisa dilihat di System information yang ada di slave.
  9. Sekarang di master, akan hadir daftar IP milik Slave Systems yang terhubung.
  10. Bila di daftar itu sudah ada tanda centang warna hijau, itu artinya kedua sistem sudah terhubung. Anda tinggal menggeser kursor mouse Anda keluar layar, maka secara otomatis kursor mouse Anda akan berpindah ke komputer slave. Dan Anda bisa mengendalikan komputer slave itu dari mouse yang ada di master.
  11. Untuk mengetahui di komputer mana mouse Anda sedang berada atau aktif, pilih tab Global Preferences, dan klik Show pada Information Window.
  12. Akan muncul sebuah jendela kecil transparan di pojok kanan bawah. Di jendela tersebut ditampilkan alamat IP dimana mousenya sedang aktif.
Baca Juga :
Optimalisasi Dual Monitor Part 1
Optimalisasi Dual Monitor Part 2
Sensasi Satu Monitor dengan Rasa Dua Monitor

Mengenal Protokol Jaringan Komputer (Model Referensi OSI)

Istilah protokol dapat digunakan dalam 2 hal, yang pertama mengacu pada etiket berdiplomasi dan urusan kenegaraan, dan yang kedua mengacu pada standardisasi komunikasi (pertukaran data) antara dua atau lebih perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi keduanya.


Ibarat dua orang dengan bahasa yang berbeda hendak saling berkomunikasi, protokol berfungsi sebagai penerjemah antara keduanya. Tanpa adanya penerjemah, kedua orang tersebut tidak akan dapat saling bertukar informasi. Demikian halnya dengan dua komputer yang hendak bertukar data, tanpa adanya protokol, tidak akan ada pertukaran data yang terjadi. Secara singkat, protokol dapat diartikan sebagai sekumpulan peraturan / konvensi / sinkronisasi yang digunakan oleh suatu komputer untuk bertukar data pada sebuah jaringan komputer, misalnya melakukan pengiriman e-mail, mentransfer file, mengakses halaman web pada Internet, chatting antarkomputer, dan sebagainya.

Tentu lebih mudah seandainya komputer hanya mengenal satu sistem operasi, dan perangkat keras jaringan yang standar (seperti halnya akan mudah jika manusia hanya mengenal satu bahasa untuk berkomunikasi). Namun kenyataannya, pada tiga dekade terakhir, perkembangan PC maupun perangkat keras untuk jaringan komputer serta ukuran jaringan komputer menjadi semakin besar. Jaringan dibangun berdasarkan implementasi perangkat keras dengan sistem operasi yang berbeda-beda, sehingga tidak adanya suatu protokol yang sama membuat banyak perangkat tidak dapat saling bertukar data. Implikasi praktisnya adalah diperlukannya sebuah protokol untuk memastikan pertukaran data pada jaringan dapat berlangsung dengan baik.

Pada tahun 1977, sebuah organisasi di Eropa bernama International Organization for Standardization (ISO) mengembangkan sebuah model referensi jaringan terbuka OSI (OSI Reference Model for Open Networking). OSI kepanjangan dari Open System Interconnection, yang mana istilah “open” menyatakan bahwa model jaringan apapun (nantinya) dapat memanfaatkan OSI dalam melakukan komunikasi secara terbuka tanpa memandang perangkat keras.

Dengan adanya standardisasi ini, maka protokol-protokol jaringan dapat mengacu OSI saat mengembangkan protokol jaringannya. Jika semua protokol jaringan mengacu pada model referensi yang sama (OSI) diharapkan setiap jaringan komputer (walaupun memiliki protokol yang berbeda) dapat tetap berkomunikasi, karena telah menggunakan model referensi standar. Namun inisiatif ini mengalami kegagalan karena beberapa faktor dan hingga saat ini, model referensi OSI ini dipandang sebagai model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung.

Model Referensi OSI
Pada bentuk yang paling dasar, model referensi OSI membagi arsitektur jaringan menjadi 7 lapisan (layer). Yang dimaksud dengan lapisan adalah layanan dengan fungsi tertentu. Setiap lapisan dipisahkan berdasarkan fungsinya, namun jumlah lapisan dibuat sesedikit mungkin untuk menghindari arsitektur yang luas dan rumit. Urutan dari atas ke bawah untuk lapisan ini adalah lapisan Application, lapisan Presentation, lapisan Session, lapisan Transport, lapisan Network, lapisan Data Link, dan lapisan Physical Layer.

Lapisan yang paling atas berhubungan erat dengan software / program di komputer, sedangkan lapisan yang paling dasar berhubungan dengan perangkat keras jaringan.

Dalam sebuah lapisan, komunikasi hanya dapat terjadi hanya terhadap lapisan di atas atau di bawahnya. Sebagai contoh, lapisan ke-6 hanya dapat menerima (atau meneruskan) data dari lapisan ke-7 atau ke-5.

Contoh yang konkret dalam pengiriman data adalah ketika kita mengirimkan e-mail dari komputer. Begitu e-mail dikirim (button send diklik), maka e-mail client (software pengirim e-mail) akan meneruskan data tersebut pada lapisan teratas (untuk model referensi ISO, adalah lapisan Application). Data (e-mail) tersebut diolah pada lapisan teratas untuk kemudian diteruskan ke lapisan di bawahnya hingga lapisan paling bawah (Physical), dan siap dikirimkan ke jaringan. Komputer penerima akan menerima paket data tersebut, diawali dari lapisan yang paling bawah (Physical), untuk kemudian diolah, dan diteruskan hingga lapisan yang paling atas (Application) sehingga e-mail dapat terkirim dan terbaca di komputer lain.




Ke-7 layer pada model referensi OSI ini dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu :
  • Application : merupakan lapisan high-level yang melakukan pengelolaan data yang didapat langsung dari komputer. Yang termasuk pada kategori ini adalah 3 lapisan teratas, yaitu application, presentation, dan session.
  • Transport : lapisan ini merupakan lapisan perantara yang menerjemahkan data ke dalam format yang dapat dimengerti oleh program. Ketika komputer menjadi pengirim data, maka lapisan transport akan memecah data menjadi beberapa paket untuk kemudian diteruskan pada layer di bawahnya. Sedangkan jika komputer menjadi penerima data, maka lapisan transport akan menerjemahkan paket data yang diterimanya menjadi paket yang lebih utuh untuk diteruskan pada lapisan di atasnya.
  • Network : merupakan lapisan low-level yang berhubungan dengan pengiriman dan penerimaan data pada jaringan.
Berikut adalah penjelasan fungsi untuk masing-masing lapisan :

1.   Lapisan application.
Lapisan paling atas ini merupakan antarmuka lapisan protokol dengan program/software. Dalam kasus pengiriman e-mail, ketika e-mail dikirimkan, kontak pertama antara program pengirim email (email client seperti Microsoft Outlook) akan terjadi pada lapisan Application. Untuk e-mail, protokol pada lapisan application ini adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol). Beberapa protokol lain yang umum antara lain FTP (File Transfer Protocol), DNS, dan HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Ilustrasi untuk lapisan application ini dapat dilihat pada gambar berikut.



2.   Lapisan presentation.
Disebut juga lapisan translation, karena mengonversikan data yang diterima dari lapisan application menjadi format umum yang digunakan untuk protokol. Misalnya, jika data yang diterima berformat non-ASCII, maka layer ini bertugas untuk menerjemahkan data menjadi format ASCII. Pada layer ini juga terjadi proses kompresi dan enkripsi data. Data perlu dikompresi agar menjadi lebih kecil sehingga dapat mempercepat proses pengiriman data. Contoh protokol yang cukup populer pada lapisan presentation ini adalah SSL (Secure Socket Layer), yang umumnya bekerja di bawah protokol HTTP atau HTTPS. Ilustrasi untuk lapisan presentation ini adalah seperti pada gambar berikut :


3.   Lapisan session.
Lapisan ini yang membuka koneksi antara dua komponen yang berkomunikasi, menjaga koneksi selama komunikasi berlangsung, dan memutuskannya ketika selesai. Secara umum, fungsi pada lapisan ini ada 3, yaitu pengendalian dialog (memantau giliran pengiriman), pengelolaan token (mencegah dua pihak untuk melakukan operasi yang sangat kritis dan penting secara bersamaan), dan sinkronisasi (menandai bagian data yang belum terkirim sesaat crash pengiriman terjadi, sehingga pengiriman bisa dilanjutkan tepat ke bagian tersebut). Ilustrasi untuk lapisan session ini adalah seperti pada gambar berikut :


4.   Lapisan transport.
Pada jaringan, setiap data yang dikirimkan akan dipecah-pecah menjadi beberapa paket. Lapisan transport bertugas untuk mendapatkan data dari lapisan di atasnya (session), dan membaginya menjadi beberapa paket data, untuk kemudian diteruskan ke layer di bawahnya. Pada posisi sebagai penerima data, maka lapisan transport bertugas untuk menyatukan kembali paket-paket data yang diterima dari lapisan di bawahnya. Pada lapisan ini juga keutuhan data diuji, apakah data yang terkirim (atau diterima) telah lengkap atau belum. Ilustrasi untuk lapisan transport ini adalah seperti pada gambar berikut :


5.   Lapisan network.
Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan pengalamatan logis (host addressing), dan melakukan pemetaan (routing) terhadap paket-paket melalui jaringan. Selain itu, pada lapisan ini juga ditentukan prosedur pengiriman data sekuensial dengan berbagai macam ukuran, dari sumber ke tujuan, melalui satu atau beberapa jaringan, dengan tetap mempertahankan Quality of Service (QoS) yang diminta oleh transport layer. IP (Internet Protocol) merupakan contoh penerapan dari lapisan network. Ilustrasi untuk lapisan network ini adalah seperti pada gambar berikut.


6.   Lapisan data link.
Pada layer ini data paket didapat dari lapisan network, dan dikonversikan menjadi frame-frame yang akan dikirim media jaringan. Juga ditambahkan alamat fisik dari network card pada komputer asal (MAC Address), alamat fisik dari network card komputer tujuan, serta checksum data. Ilustrasi untuk lapisan data link ini adalah seperti pada gambar berikut :


7.   Lapisan physical.
Lapisan ini mendapatkan frame yang dikirim dari lapisan data link, dan mengubahnya menjadi sinyal yang kompatibel dengan media transmisi. Jika kabel metalik yang digunakan, maka data diubah menjadi sinyal elektris. Jika kabel fiber optik yang digunakan, maka data diubah menjadi sinyal lumonius. Jika jaringan wireless yang digunakan, maka data diubah menjadi sinyal elektromagnetik, dan seterusnya. Jika lapisan physical berfungsi sebagai penerima, maka sinyal yang diterimanya akan dikembalikan menjadi data (bit) yang sesuai. Perangkat yang beroperasi di layer ini adalah hub, repeater, network adapter/network interface card, dan host bus adapter (digunakan di storage area network ). Ilustrasi untuk lapisan physical ini adalah seperti pada gambar berikut :


Penutup
Dalam suatu kelas jaringan komputer, walaupun siswa dapat menghafal ke-7 lapisan pada model referensi OSI ini, namun seringkali masih mengalami kesulitan untuk benar-benar memahami apa sebenarnya model referensi OSI ini. Hal ini disebabkan karena memang model referensi merupakan deskripsi abstrak (model) untuk mendesain protokol sebuah jaringan. OSI tidak mendefi nisikan secara spesifi k sistem operasi, pemrograman atau command-line untuk berinteraksi dengan komputer, namun lebih ke arah bagaimana tingkah laku (behaviours) dari sistem jaringan ketika komunikasi hendak dilakukan antarkomputer. Pembagian menjadi beberapa lapisan pada model referensi OSI diperlukan untuk menyederhanakan proses komunikasi yang terjadi.

Dikutip dari Karya Tulis : Windra Swastika,
Dosen Sistem Informasi Universitas Ma Chung, Malang

http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI

Mengenal Hardware pada Jaringan Komputer

Pada posting Billix Multimedia v.2 kali ini, saya akan mengajak anda para pembaca Web Log ini untuk Menganal Hardware pada Jaringan Komputer.

Dalam dunia biologi, kita mengenal istilah sel sebagai bagian terkecil dari makhluk hidup. Kumpulan sel-sel yang akan membentuk jaringan. Oleh sebab itu, muncul istilah jaringan sebagai kumpulan dari sel-sel yang sejenis.

Dalam dunia komputer, juga terdapat istilah jaringan komputer yang mengacu pada kumpulan dari dua atau lebih komputer yang dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Dengan adanya hubungan ini, komputer-komputer tersebut dapat saling bertukar data dan informasi dengan lebih mudah dan cepat. Komputer-komputer yang berada dalam suatu jaringan juga dapat saling berbagi program dan perangkat keras, seperti printer, harddisk, webcam, dan sebagainya.

Berbeda dengan konsep jaringan dalam ilmu biologi, komputer-komputer yang berhubungan dalam suatu jaringan tidak harus sejenis. Komputer-komputer tersebut bisa saja memiliki sistem operasi yang berbeda, program-program aplikasi yang berbeda, bahkan tipe perangkat keras yang berbeda pula.

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika, dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell, dan grup riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken.

Secara umum, Jaringain komputer didefi nisikan sebagai kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client), dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

Dengan adanya jaringan komputer, pengguna dapat mendapatkan beberapa manfaat yang tidak bisa diperoleh lewat komputer yang bersifat berdiri sendiri (stand-alone). Adapun beberapa manfaat tersebut, antara lain :

a.    Berbagi sumber daya
Dengan adanya jaringan, manajemen pembagian sumber daya, baik yang berupa data, informasi, maupun perangkat keras, dapat berlangsung lebih efektif dan efisien. Contohnya, komputer-komputer dalam jaringan dapat menggunakan sebuah printer secara bergantian untuk mencetak dokumen.

b.    Integrasi data
Jaringan komputer memungkinkan kita untuk memperoleh data dari beberapa komputer sehingga akan menghasilkan data yang lebih akurat. Di samping itu, kita juga dapat mengopikan data ke beberapa komputer sekaligus. Dengan demikian, jika salah satu komputer rusak, kita masih dapat menggunakan data yang telah disimpan di komputer lain.

c.    Sarana Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan pengguna komputer-komputer yang ada di dalamnya dapat berkomunikasi, baik melalui sarana e-mail, chatting, maupun teleconference. Contohnya, pimpinan perusahaan tidak perlu mengirim surat undangan pada semua stafnya, ia cukup mengirimkan undangan melalui jaringan komputer yang ada.

d.    Efisiensi biaya
Dengan adanya jaringan komputer, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan operasional (seperti pembuatan undangan rapat, pembuatan laporan-laporan, pembelian perangkat keras) dapat dikurangi sehingga pengeluaran perusahaan dapat menjadi lebih efisien.

Sebuah jaringan yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lain memiliki beberapa perangkat keras yang dibutuhkan. Gambar di bawah menunjukkan perangkat keras yang diperlukan dalam membuat sebuah jaringan komputer.

Adapun perangkat-perangkat tersebut antara lain :

a.    File Server
File Server adalah merupakan komputer yang tujuan utamanya adalah menyediakan layanan dan ruang untuk menampung berbagai file (seperti dokumen, gambar, database, dan sebagainya).


Layanan ini dapat diakses oleh workstation yang terhubung dalam jaringan komputer. Sebuah file server dapat dapat berfungsi sebagai dedicated (berfungsi sebagai server secara keseluruhan) atau non-dedicated (berfungsi sebagai server sekaligus sebagai workstation). bagai file (seperti dokumen, gambar, database, dan sebagainya).

b.    Workstations / Client
Workstation / Client adalah adalah istilah bagi komputer-komputer selain server yang berada pada suatu jaringan. Komputer workstation menerima atau meminta layanan data dari server untuk diolah sesuai kebutuhan penggunanya. Agar workstation dapat terhubung dengan komputer server, setidaknya memiliki hardware kartu jaringan (network card), aplikasi jaringan (sofware jaringan), dan media perantara untuk menghubungkan ke jaringan (kabel ataupun sinyal elektris).

c.    Kartu Jaringan
Kartu jaringan atau yang dikenal dengan Network Interface Card (NIC), adalah perangkat keras yang dipasang pada salah satu slot yang terdapat pada motherboard komputer.


Pada kartu jaringan terdapat bagian yang berfungsi untuk memasang kabel untuk komunikasi dalam jaringan sehingga memungkinkan hubungan antarkomputer dan pertukaran data. Kartu jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah jenis kartu jaringan Ethernet dan LocalTalk konektor (yang dipopulerkan oleh Apple).


Pada model referensi OSI (baca artikel Mengenal Protokol Jaringan Model Referensi OSI), kartu jaringan berada pada lapisan ke-1 (lapisan Physical ) dan lapisan ke-2 (lapisan Data link) yang menyediakan akses fisik terhadap media jaringan, serta sistem pengalamatan dengan menggunakan MAC Address (serial number 48-bit).

d.    Ethernet Hub
Hub atau konsentrator berfungsi membagi sinyal data dari kartu jaringan kepada tiap-tiap workstation. Hub juga dapat berfungsi untuk menyatukan kabel-kabel jaringan dari server, workstation, dan perangkat lain dalam suatu jaringan. Pada umumnya, hub digunakan pada jaringan dengan topologi Star.


Dalam topologi ini, kabel jaringan dari sebuah workstation masuk ke dalam hub sehingga dapat menghubungkan komputer-komputer maupun perangkat lain yang ada ke dalam sebuah jaringan. Secara teknis, hub dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu Passive (tidak membutuhkan sumber daya eksternal karena tidak melakukan penguatan sinyal yang masuk), Active (membutuhkan sumber daya eksternal karena melakukan penguatan dan regenerasi sinyal) dan Intelligent (dilengkapi dengan deteksi kesalahan).

e.    Bridge
Bridge merupakan perangkat yang menghubungkan sebuah jaringan dengan jaringan yang lain. Dengan menggunakan bridge, dapat diperoleh suatu jaringan yang lebih besar yang merupakan hasil penggabungan antara dua buah jaringan.

 


Bridge juga berfungsi mengatur agar aliran informasi di antara kedua jaringan tetap berjalan dengan teratur. Bridge mempunyai 3 jenis model, yaitu local bridges (secara langsung terhubung dengan LAN), remote bridge (digunakan pada Wide Area Network yang menghubungkan antar LAN), dan wireless bridge (digunakan untuk menghubungkan antar LAN secara wireless). Pada model referensi OSI, bridge berada pada lapisan ke-2, yaitu lapisan Data link.

f.    Router
Router berfungsi sebagai pengatur aliran data dan informasi antara jaringan satu dengan jaringan lainnya. Dengan adanya router, aliran data dari suatu jaringan juga dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak bercampur dengan aliran data dari jaringan yang lain. Router dapat mengetahui jaringan yang paling sibuk, dan menarik aliran data di dalamnya sehingga aliran data pada jaringan tersebut lebih baik dan teratur.

 

g.    Repeater
Repeater berfungsi untuk menguatkan sinyal pada suatu jaringan. Perangkat ini bekerja dengan menguatkan sinyal yang diterima dari komputer asal sehingga kondisi sinyal tetap kuat sebagaimana aslinya. Dengan adanya repeater pada sebuah jaringan, jarak antara workstation dapat dibuat semakin jauh, tanpa terkendala masalah lemahnya sinyal.

h.    Media Transmisi
Pada jaringan dengan area cakupan yang tidak terlalu jauh, media transmisi yang sering digunakan adalah kabel. Adapun beberapa jenis kabel yang biasa dipergunakan dalam jaringan adalah twisted pair, coaxial, dan serat optik.

•    Twisted pair.
Kabel twisted pair merupakan kabel yang terdiri dari pasangan kawat tembaga yang saling terpilin menjadi satu. Kabel ini sudah sangat umum digunakan untuk berbagai kepentingan, terutama dimanfaatkan sebagai kabel telepon.


Kabel twisted pair dibedakan menjadi dua macam, yaitu Unshielded Twisted Pair (UTP), dan Shielded Twisted Pair (STP). STP merupakan kabel twisted pair yang setiap pasang tembaganya diberi pelindung lagi. Sedangkan UTP, setiap pasang tembaganya tidak diberi pelindung lagi sehingga hanya memiliki sebuah pelindung utama di bagian terluar. Oleh karena itu, harga kabel UTP lebih murah dibandingkan kabel STP. Jaringan komputer dengan kabel UTP memiliki jarak maksimal 100 meter untuk setiap titik komputer.

Kabel UTP sudah sangat umum digunakan dalam jaringan komputer. Kabel UTP yang digunakan pada umumnya terdiri dari empat pasang kabel. Untuk dapat menghubungkan kabel UTP ke dalam port pada kartu jaringan (NIC) digunakan sebuah konektor RJ-45.

•    Coaxial
Kabel coaxial adalah kabel tembaga yang diselimuti oleh beberapa pelindung, yaitu pelindung luar, pelindung anyaman tembaga, dan isolator. Pelindung luar berfungsi untuk melindungi bagian dalam kabel dari benturan fisik maupun gigitan hewan pengerat. Pelindung anyaman tembaga berfungsi untuk melindungi kabel dari pengaruh interferensi yang dihasilkan oleh kabel-kabel yang berada di sekitarnya. Sedangkan isolator plastic berguna untuk menyaring sinyal-sinyal interferensi dari luar kabel sehingga inti kabel dapat dibuat bebas dari sinyal dari luar yang mengganggu.


•    Serat Optik
Serat optik adalah sejenis serat yang dibuat dari bahan silika yang sangat ideal untuk dijadikan media komunikasi. Bagi dunia komunikasi, kabel serat optik sangat berguna untuk mengirimkan sinyal dalam jumlah besar, karena daya tampung kabel serat optik dapat mencapai ribuan kali daya tamping kabel tembaga. Di samping itu, gelombang pembawa sinyal pada kabel serat optik bukan merupakan gelombang elektromagnet atau listrik, akan tetapi merupakan sinar laser sehingga relatif lebih aman.


Penutup :
Teknologi di balik jaringan komputer (yang memungkinkan kita untuk saling bertukar data antar komputer) tentu tidak sebatas pada perangkat keras. Konsep protokol digunakan untuk mendasari terjadinya pertukaran data antar dua komputer dengan sistem yang berbeda. Pada bagian berikutnya, akan dibahas tentang prinsip kerja protokol jaringan komputer, khususnya untuk model referensi OSI.

Dikutip dari Karya Tulis : Windra Swastika,
Dosen Sistem Informasi Universitas Ma Chung, Malang

Info Lebih Lanut : http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_network