Selamat Datang di Billix Multimedia v.2!

Blog yang dibuat untuk dijadikan sebagai media pembelajaran dan sarana bertukar informasi GRATIS!

Apa saja yang ada di Billix Multimedia v.2?

Di Billix Multimedia v.2 anda akan mendapat informasi tentang komputer, berita terbaru, download ebook gratis, download software gratis dan info menarik liannya.

Bagaimana jika apa yang dicari tidak terdapat di Billix Multimedia?

Anda bisa mengirimkan pesan, komentar, dan pertanyaan melalui Form yang disediakan.

Billix Multimedia v.2 Go To The Best Blogger

di Billix Multimedia v.2 Saya akan terus mengupdate informasi penting dan menarik untuk anda ikuti.

Billix Multimedia v.2 for a Better Indonesian

Billix Multimedia v.2 akan terus dikembangkan untuk Indonesia yang lebih baik.

Cari dengan Bantuan Google disini!

Loading...

Red Riding Hood Conceptual Photography Event


Bagi para pecinta fotografi, acara hunting bersama (berburu foto) pasti sudah menjadi hal yang sangat biasa dilakukan. Selain sama-sama belajar, kita juga bisa saling berbagi pengalaman, berbagi cerita, berbagi ilmu dan lain sebagainya. Akan tetapi seperti apakah kegiatan hunting bersama yang sering dilakukan itu?

Pada umumnya kegiatan hunting foto bersama dilakukan oleh beberapa orang fotografer dengan menghadirkan objek baik itu sebuah pemandangan, objek mati (still life), sampai dengan menghadirkan model yang lebih seringnya berupa sesosok wanita yang cantik dan menarik sehingga menggugah minat para fotografer yang umunya didominasi oleh kalangan kaum adam (pria).

Kali ini ada sebuah Event Fotografi yang mungkin sedikit berbeda dengan kebanyakan Event semacam hunting bersama dimana pada Event fotografi ini akan mengambil sebuah cerita yang mengangkat dongeng dunia yaitu Red Riding Hood (Gadis Krudung / Jubah Merah).

Skema pengambilan gambarnya tidak akan sama seperti kebanyakan acara photo hunt kebanyakan yang mana sering terjadi kegiatan satu model berpose sesuai keinginan fotografer.

Klik Gambar Untuk Melihat Ukuran Penuh
Acara Event yang diberi nama Red Riding Hood Conceptual Photography ini akan dikemas lebih kepada menyerupai adegan film yang akan dikemas melalui seni fotografi. Para model (aktor dan aktris) yang dihadirkan dalam event ini akan memerankan adegan sesuai jalan cerita (sequel) yang telah dibuat oleh sutradaranya / perancang tema yang kemudian para fotografer yang ikut dalam acara tersebut diperkenankan untuk mengabadikannya dalam bentuk fotografi (gambar diam) yang bercerita atau lebih enak disebut dengan istilah Series Photography.

Acara ini akan digelar pada tanggal 30 Juni 2013 bertempat di Objek Hutan Wisata Telaga Remis Desa Cikalahang Kabuapaten Kuningan yang lokasinya berbatasan dengan Kota Sumber Kabupaten Cirebon dan lebih mudah dijangkau melalui jalur Kota Sumber Kabupaten Cirebon.

Selain Hunting Bersama dalam acara tersebut pula akan ada Seminar Singkat Retouching and Digital Imaging menggunakan Photoshop 100% tanpa Plug-in.

Biaya keikutsertaan senilai IDR 50.000,- yang tercantum dalam brosur di atas akan mendapatkan penggantian senilai berupa :

  • ID Peserta
  • Piagam Partisipasi (Sertifikat)
  • DVD Video Tutorial
  • Snack / Makanan Ringan
  • Free Pass Objek Wisata Telaga Remis

Untuk informasi lebih lengkap bisa menghubungi saya melalui daftar kontak berikut :

Yudhistira as Yura Hyde Tetsu
Facebook : www.facebook.com/yura.hydetetsu
Email : billix.multimedia@gmail.com
Phone : (+62) 85 2244 794 17

Semangat Pocket vs DSLR Camera di Stadion Bima Cirebon

Fotografi bagi sebagian orang merupakan hoby yang sangat menyenagkan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perlengkapan fotografi bukan barang yang murah. Untuk sebagian besar orang ketimbang memiliki kamera fotografi sejenis DSLR yang harganya bisa mencapat harga sebuah sepeda motor lebih baik digunakan untuk keperluan lain. Namun ada pula sebagian orang yang bisa hidup dengan hoby fotografi itu.

Body Kamera DSLR Pro Full Frame dengan Spesifikasi tinggi kelas Professional bisa mencapai Rp. 65.000.000,- bahkan mungkin lebih. Angka yang tidak bisa dibilang kecil. Angka tersebut setara dengan harga sebuah Mobil Kijang Capsule yang mampu membawa lebih dari 8 orang. Namun peminatnya tetap saja ada lho. Kamera DSLR untuk kelas pemura bisa didapat dengan harga beberapa juta. Mulai dari Rp. 3jt (Bekas) sampai sekitar Rp. 5jt Baru (New for Newbie). Lensa untuk beberapa tipe keperluan fotografi bisa didapat dengan harga mulai dari Rp. 800rb sampai dengan Rp. 120.000.000,- Lebih. WOW,, Hehe . . Belum lagi jika memerlukan tambahan aksessoris lain untuk keperluan pencahayaan seperti Blitz External, Tripot, Lightning, Filter dan lain sebagainya.

Memang kamera DSLR memiliki beberapa kelebihan dibanding kamera saku (Pocket Camera) namun jangan kalah bersemangat karena kamera saku pun punya beberapa kelebihan seperti mudah untuk dibawa-bawa tanpa memakan tempat. Tidak perlu banyak mengatur setingan dan simple lah.

Untuk ukuran kecepatan dan detail gambar memang akan sangat berbeda jauh. namun untuk masalah sudut pengambilan gambar sama saja. Hehe . . . Tinggal pintar-pintar kita mengolahnya. Tentunya dengan bantuan komputer dan aplikasi pendukung foto editing seperti Photoshop.

Yang penting semangat untuk mengabadikan moment yang belum tentu kita jumpai dilain waktu. Lihat saja semangat gadis berkerudung yang sama-sama sedang memotret dengan rekannya yang menggunakan kamera DSLR di bawah ini.


Pocket vs DSLR

N.B. : Photo diambil di Stadion Bima Cirebon, 30 Oktober 2012

Stadion Bima Menjadi Tempat Mesum. Benarkah?

Kebiasaan beolahraga khususnya di hari Minggu pagi memang sudah menjadi kebiasaan warga kota Cirebon. Salah satu tempat yang asik untuk dijadikan sarana kegiatan Olahraga salah satunya adalah Stadion Bima yang berada dekat dengan pusat kota Cirebon. Tidak heran jika banyak pengunjung datang ke tempat ini dari berbagai penjuru kota.

Salah satu alasan kenapa Stadion ini dijadikan tempat berolahraga mungkin karena tempat yang lumayan luas walau saya rasa Stadion ini sangat kurang terawat dan gratis karena tidak memerlukan biaya untuk menyewa tempat dan segala macamnya. “Yah secara Cuma lari-lari doank masa bayar sih?” Tegas salah satu pengunjung yang datang ke Stadion ini untuk berjoging ria.

Pemerintah kota Cirebon sendiri sebenarnya sudah berulangkali melakukan berbagai perbaikan terhadap stadion warga Cirebon ini. Namun sayang, budaya untuk menjaga dan melestarikan sarana tidak semuanya ikut andil.

Ramainya pengunjung di Stadion Bima kota Cirebon pada setiap hari Minggu pagi tidak hanya banyak dikunjungi oleh orang-orang yang ingin berolahraga seperti ayah yang mengajak istri dan anak-anaknya jalan-jalan pagi, pedagang yang mencoba menjajakan dagangan dan mengais rizki. Para pria dan wanita yang hanya sekedar ingin bertemu pasangannya atau mungkin mencari jodoh. Hehe . . .

Well, tapi ternyata selain semua hal di atas ada saja hal negatif yang ditemukan. Salahsatunya pasangan yang mungkin berpacaran tapi tidak semestinya terlalu over. Seperti yang bisa dilihat pada foto di bawah ini :

Hari ini, tepatnya hari Minggu pukul 09.30 saya mendapati seorang pasangan yang sedang asiknya bermesraan pada salah satu bagian Stadion yang tidak dilalui orang. Tepatnya di sebelah barat kursi duduk VIP penonton. Saya sendiri tidak bisa menangkap dengan jelas siapa pasangan tersebut dan seperti apa wajahnya karena gambar ini diambil dari jarak sekitan 100 meter dengan lensa kecil namun cukup bisa menggambarkan keadaan yang tidak semestinya terjadi. (Hmm . . . Mending kalau sudah nikah mah).

Klik Untuk Melihat Gambar Ukuran Besar
4428 x 1812 (8 MP)

Tanpa pengawasan dan penjagaan dari pihak-pihak berwenang sepertinya hal ini perlu dijadikan bahan untuk ditindak lanjuti. Stadion Bima kebanggan warga Cirebon yang harusnya dijadikan tenpat melakukan kegiatan positif harus tercemar dengan hal-hal seperti itu. Hal itu sangat penting bagi saya untuk ditindak lanjuti karena jika tidak akan membawa dampak negatif bagi warga Cirebon khususnya jika hal itu kemudian menjadi hal yang dianggap biasa. (Yura Hyde Tetsu)

Mengenal Kamera Mirrorless

Mengabadikan suatu kejadian, moment tertentu, atau keberadaan suatu hal yang belum tentu terulang kadang menjadi suatu kebutuhan. Misalkan saat ini saya berada di tempat yang bagus, atau melihat kejadian menarik dan ingin mengabadikannya lewat foto. Tentu akan sangat kecewa apabila tidak sempat mengabadikannya. Memiliki kamera saku merupakan salah satu alternatif yang cukup baik, karena ukuran yang tidak memerlukan tempat, atau tas untuk membawanya kemanapun anda pergi.

Anda bisa saja berada di kampus, mendengarkan dosen menerangkan mata kuliah atau berada pada acara ekstakurikuler sekolah yang menarik yang dirasa perlu di abadikan.

Kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya sebuah moment yang perlu diabadikan, membawa kamera saku setiap saat kadang menjadi alternatif terbaik. Namun, kamera saku memiliki keterbatasn dalam hal Resolusi dan kualitas gambar yang dihasilkan.

Membawa kamera Jenis lensa tunggal atau yang populer disebut SLR yang saat ini marak versi Digitalnya dan biasa disebut SLR terasa repot untuk dibawa-bawa setiap saat dikarenakan ukuran body yang lebih besar dari kamera saku dan mungkin memakan ruang saat dibawa menggunakan tas.

Bagi para pecinta fotografi atau bagi anda yang hanya sekedar hobi berfoto ria dengan hanya mengandalkan kamera saku, mungkin sempat membayangkan, bagaimana jadinya dan adakah kamera saku yang memiliki kualitas hasil foto setara dengan kualitas kamera SLR?

Hmm.. Rasanya tidak mungkin. Namun kabar baik bagi para pecinta foto. Bahwa saat ini telah hadir kamera yang tipe baru Selain Kamera Saku dan SLR. Kamera tersebut dinamakan Kamera Mirorrless. Apa itu kamera Mirrorless?

Kamera Mirrorless adalah kamera yang pada dasarnya sama seperti kamera DSLR. Bedanya ada pada kaca / cermin yang terdapat pada kamera DSLR, tidak terdapat di kamera Mirrorless sehingga ukuran kamera bisa jauh lebih kecil, sama seperti ukuran kamera digital saku biasa.

Di kamera DSLR, kaca tersebut berfungsi memantulkan cahaya dari lensa ke lubang intip atau viewfinder. Hal ini membuat pengguna bisa melihat objek sebelum menjepret. Saat pengguna menekan shutter, mirror ini akan flip up agar cahaya menembak image sensor.


Kamera mirrorless menghilangkan mirror atau pentaprisma itu. Live view yang pada kamera DSLR menggunakan kaca, di sini menyatu dengan layar LCD, seperti yang ada di kamera saku.

Kamera ini memang seukuran saku, tetapi berbeda dengan kamera digital saku biasa yang tidak bisa berganti lensa. Kamera mirrorless memiliki berbagai pilihan lensa, layaknya kamera DSLR atau profesional.

Hal ini merupakan sebuah keuntungan bagi Anda yang suka traveling, tetapi malas membawa kamera DSLR yang berat. Kamera ini juga menjadi jawaban ketika pengguna ada di lokasi yang melarang penggunaan kamera profesional.

Hasil jepretan kamera mirrorless tidak perlu diragukan. Fotografer profesional sekelas Arbain Rambey dan Darwis Triadi pun sudah mengakui kalau kamera jenis ini bisa menghasilkan foto dengan kualitas oke.

Masalah kecepatan fokus juga bisa diandalkan. Beberapa kamera mirrorless keluaran Nikon dan Olympus sudah sangat memuaskan dalam urusan kecepatan fokus. Bahkan bisa lebih cepat dari kamera DSLR.

Keuntungan lainnya, kamera ini lebih cepat mengambil gambar dibanding DSLR, karena pantulan gambar langsung mengenai sensor tanpa melalui cermin atau pentaprisma terlebih dahulu.

Satu lagi, kamera ini juga tidak berisik ketika mengambil gambar. Jika kamera DSLR berbunyi cekrek-cekrek ketika mengambil gambar, yang disebabkan oleh mirror yang flip up ketika tombol shutter ditekan.

Kamera ini cocok dipakai untuk memotret acara yang tidak diperkenannya adanya keributan atau berisik, seperti konser piano atau akustik. Bisa juga buat untuk mengabadikan behind the scene sebuah film, karena suara cekrek-cekrek dari kamera DSLR bisa masuk ke sound film ketika sedang syuting.

Masato Sogo, Senior Supervisor Overseas Sales and Marketing Departmen Olympus wilayah Asia dan Oseania mengatakan pasar kamera DSLR di Asia udah mulai diambil oleh kamera mirrorless.

Kamera jenis ini diperkirakan akan menguasai 45% pangsa pasar DSLR tahun ini. Sangat mungkin kamera menjadi pilihan utama konsumen di masa depan, dan kamera DSLR kembali hanya digunakan oleh para fotografer profesional.

Ada banyak vendor yang mulai meluncurkan jenis kamera ini, mulai dari Olympus, Panasonic, Sony, Samsung, hingga Nikon.

Nikon baru meluncurkan kamera mirrorless tahun lalu dengan  dua tipe kamera, yaitu Nikon V1 dan Nikon J1. Rangkaian seri kamera, lensa, dan flash Nikon seri 1 ini tidak hanya memiliki spefikasi mumpuni, tetapi cantik dari sisi tampilan.

Berbeda dengan kamera DSLR yang hanya memiliki warna hitam, atau lensa yang terbatas pilihan, hanya hitam atau putih, kamera dan lensa mirrorless menawarkan varian warna yang lebih beragam.

Salah satu contohnya mirrorless keluaran Nikon yang menawarkan varian warna hitam, putih, merah, abu-abu, hingga pink. Pilihan warna ini menarik bagi sebagian besar konsumen, tidak hanya perempuan, tetapi mereka yang memperhatikan penampilan.

Canon yang mungkin agak ketinggalan untuk meluncurkan kehadiran Kamera Mirrorless tetap akan saya bahas pada posting ini.

Meskipun tidak secara resmi menyebut sebagai “Mirrorless”, Canon akhirnya memperkenalkan seri kamera mirrorless pertamanya lewat EOS M yang memiliki bentuk dan ukuran mirip kamera pocket tetapi dibekali dengan sensor yang sekelas dengan kamera DSLR dan lensa yang bisa diganti-ganti.


Tubuh EOS M yang diperkenalkan hari Senin (23/7/2012) ini terbuat dari magnesium alloy, tebalnya 3 cm dengan berat hanya sekitar 400 gram dengan lensa terpasang.

Canon EOS M memiliki spesifikasi yang serupa dengan kamera DSLR Canon EOS 650D. Kedua kamera ini sama-sama dilengkapi dengan sensor APS-C ber-resolusi 18 Megapixel, prosesor DIGIC 5, dan rentang ISO hingga ISO 12,800 yang bisa diekspansi ke ISO 25,600. EOS M bahkan mampu melakukan continuous shot hingga 4.3 frame per detik.


Navigasi dilakukan melalui layar touchscreen berukuran 3 inci karena EOS M hanya menyediakan sedikit tombol fisik. Melalui layar ini pengguna bisa merekam video full-HD (1080p) dengan pilihan frame rate 24, 25, atau 30 FPS seperti pada DSLR Canon.

Dalam hal perekaman video, EOS M memiliki kelebihan berupa sensor auto-fokus "hybrid" yang memadukan sensor phase-detect dengan sensor contrast-detect sehingga mampu melakukan auto-fokus dalam video dengan cepat dan tanpa menimbulkan suara.

Fitur ini pertama kali diterapkan Canon pada EOS 650D. Ada juga fitur stereo mic on-board, input untuk mic eksternal, serta audio-monitoring di kamera.

Yang paling menarik mungkin adalah adapter lensa EF-EOS M yang memungkinkan pengguna memakai lensa canon EF dan EF-S pada kamera EOS M. Kamera ini sendiri memiliki jenis mounting berbeda dari DSLR Canon.

Sejauh ini Canon telah merilis dua lensa khusus untuk EOS M, yaitu lensa zoom EF-M 18-55 f3.5-5.6 IS STM dan lensa pancake EF-M 22mm f/2 STM.


Karena tak memiliki lampu flash terintegrasi, Canon menyediakan aksesori flashgun Speedlite 90EX yang berukuran mungil dengan guide number 9 untuk EOS M.

Menurut rencana, EOS M berikut aksesori-aksesorinya sudah akan tersedia mulai bulan Oktober tahun ini. Harga kit EOS M dengan lensa EF-M 22mm f/2 STM berada pada kisaran 799 dollar AS atau sekitar Rp 7,6 juta.

Kamera mirrorless adalah jenis kamera digital berukuran serupa kamera saku tetapi memiliki lensa yang bisa diganti-ganti. Ukuran sensornya biasanya lebih besar dari kamera saku biasa sehingga lebih baik dalam hal kualitas tangkapan gambar.

Sebelumnya, Nikon, rival besar Canon, telah lebih dahulu membuat kamera mirrorless lewat produk Nikon V1 dan J1. Canon bergabung dengan produsen-produsen besar lain yang telah memiliki lini produk mirrorless termasuk Sony, Panasonic, Olympus, Pentax, dan Samsung.

YALE! Photoshop Efek Kamera Klasik Lomo dan Holga

Tahukan anda bahwa keberadaan kamera memiliki sejarah yang unik dan tidak bisa dipungkiri bahwa dengan sejarah tersebut membawa kita ke banyak hal, melihat, mengetahui dan mengabadikannya melalui sebuah gambar, baik gambar diam maupun gambar bergerak (video).

Di posting kali ini saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang sejarah kamera. namun disini saya akan mengenalkan sebuah Plugin Photoshop untuk membuat Efek Gambar / Foto yang seolah diambil menggunakan kamera Klasik Lomo dan Holga. Sebelum saya menjelaskan panjang lebar tentang Efek Photoshop ini, tidak ada salahnya saya sedikit mengenalkan bagi anda yang belum tahu tentang Kamera Lomo, Lomografi dan Kamera Holga.

Sekilas tentang Lomografi dan Kamera Lomo

Lomografi adalah sebuah bagian dari fotografi analog yang menggunakan kamera khusus yang disebut dengan kamera LOMO. LOMO sendiri merupakan singkatan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (Penggabungan Mekanis Optik Leningrad). Nama tersebut merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St. Petersburg, Rusia. Pabrik tersebut memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan seperti lensa mikroskop, alat-alat persenjataan, dan lensa kamera. Di Austria, pabrik tersebut menjadi inspirasi bagi sebuah merek dagang komersil untuk produk-produk yang berkaitan dengan fotografi. Merek dagang tersebut bernama Lomographische AG. Kamera lomografi masih menggunakan film gulung sehingga disebut sebagai fotografi analog sedangkan fotografi modern sudah menggunakan teknologi digital dalam pengambilan gambar maupun pengolahannya. Orang-orang yang menyukai lomografi dan yang suka mengambil foto menggunakan kamera LOMO disebut sebagai "lomografer".

Sekilas Tentang Kamera Holga

Holga adalah kamera plastik murah yang menggunakan film 120. Kamera tersebut ditemukan pada tahun 1982 oleh TM Lee yang bekerja di Universal Electronics, Ltd., Kowloon, Hongkong. Nama Holga berasal dari bahasa kanton, hol-gon, yang berarti sangat terang dan kemudian mengalami perubahan menjadi Holga. Kamera yang termasuk ke dalam kategori kamera mainan ini masih terus digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Setiap tipe kamera Holga memiliki efek yang unik dan berbeda antara yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, ada Holga yang diciptakan untuk menghasilkan gambar lebih terang atau gambar yang lebih berwarna, namun ada pula yang sengaja diciptakan dengan kebocoran cahaya pada sisi-sisi tertentu.

Menarik bukan? Dari pada anda memikirkan berapa harga dua kamera tersebut dan merencanakan untuk membelinya, bagaimana jika mendowload secara gratis Plugin Efek Photoshop untuk menghasilkan Gambar Klasik seperti hasil dari kedua Kamera tersebut.

Untuk mendownloadnya anda bisa meng klik tombol download di bawah ini!


Sistem requirements :

For Microsoft Windows :
  • OS : Windows XP SP2, Vista SP2 and Windows 7
    (see instructions for installation on this latest OS)
  • Memory : 2 GB
  • Disk Space : 2 MB
  • Photoshop Support : CS5 only

For Apple Mac OS X :
  • OS : OS X,PPC & Intel
  • Memory : 2 GB
  • Disk Space : 2 MB
  • Photoshop Support : CS5 only

Instructions :
  • Double-click on the  ZXP file  you have downloaded to install it with the « Adobe Extension Manager ». If you have a PC with Windows Vista or 7 ,  find first « Adobe Extension Manager CS5.exe », right-click on it and select « Run as Administrator ».
  • Once the extension is installed, Yale! can be applied from « Window » menu > « Extension » submenu> « Yale ».

OS : Windows XP SP2, Vista SP2 and Windows 7 (see instructions for installation on this latest OS)
  • Memory : 2 GB
  • Disk Space : 2 MB
  • Photoshop Support : CS5 only

OS : OS X,PPC & Intel
  • Memory : 2 GB
  • Disk Space : 2 MB
  • Photoshop Support : CS5 only

Semoga bermanfaat!